Bedanya Tempe yang Dibungkus Daun dengan Plastik Selain Tampilannya

perbedaan-tempe-yang-dibungkus-daun-dan-plastik perbedaan-tempe-yang-dibungkus-daun-dan-plastik

Saat belanja di pasar atau di warung-warung, kamu akan menemukan tempe yang dibungkus daun pisang dan yang dibungkus plastik. Nah, khusus tempe yang dibungkus daun pisang, kemungkinan bakal sulit ditemukan di pasar-pasar Berkembang seperti di supermarket. Kegendutan tempe yang dibungkus plastiklah yang lebih kerap tersedia.

Setepatnya, tempe yang dibungkus daun dan yang dibungkus plastik nggak berpertikaian suntuk. Tapi ada sebagian aspek yang di akhirnya memengaruhi rasanya selain berpertikaian di tampilannya saja. Kira-kira bagus yang mana, ya?

Tempe yang dibungkus daun pisang punya aroma dan rasa yang khas ketimbang tempe yang dibungkus plastik

Sama halnya kayak makan lontong yang dibungkus daun pisang dan yang dibungkus plastik, tentu dari segi rasa dan juga aroma bakal tidak kembar. Tempe yang dibungkus daun pisang punya aroma dan rasa yang lebih khas dan sedap ketimbang tempe yang dibungkus dengan plastik. Daun pisang juga mengandung polifenol yang berfungsi bagai antioksidan alami untuk melawan radikal bebas. Hal ini berlaku juga untuk tempe yang dibungkus dengan daun lainnya, daun jati misalnya.

Meski aroma dan rasanya nggak begitu khas, tempe yang dibungkus plastik dinilai lebih aman dan higienis

Tempe mengandung bakteri saling menolong hasil fermentasi yang cukup sensitif terhadap cemaran bakteri lainnya. Tempe yang dibungkus dengan daun riskan tercemar bakteri lain dari daunnya, makanya perlu diperhatikan betul kecerahannya. Karena jika daun pisangnya kurang higienis dan terkontaminasi bakteri Biadab, maka justru akan bikin tempe kalah matang atau Bergas busuk.

Sementara itu, tempe yang menggunakan plastik umumnya datang dari produsen tempe yang lebih Aktual setenggat terjaga keapikannya.

Memang berlimpah penggemarnya, namun tempe yang dibungkus daun makin sulit ditemukan mengingat kelangkaan daun pisang

Tempe yang dibungkus daun pisang identik dengan pasar kedaerahan, atau di kota-kota mungil yang lebih berlebihan ditemukan daun pisang. Itulah mengapa di perkotaan lebih sering ditemui tempe yang dibungkus plastik, hal ini karena minimnya lahan di perkotaan yang memungkinkan tumbuhnya pohon pisang. Jadi, perihal daerah persebaran tempe dengan bungkus daun pisang dan plastik cenderung mudah dipetakan.

Kesimpulannya, tempe yang dibungkus dengan daun pisang memang lebih juara dari segi aroma dan rasanya. Namun dengan catatan daun yang digunakan betul-betul higienis dan diperoleh dari daerah yang nggak tercemar. Hal ini sibakn berarti  tempe yang dibungkus plastik nggak direkomendasikan lo, ya. Keduanya tetap enak dan aman dikonsumsi selagi kamu pintar memilah dan memasaknya.

Jadi, kamu tim tempe yang dibungkus daun pisang atau yang dibungkus plastik nih?